Karya Mahasiswa – Media Sosial dan Kesehatan Mental

Menjalani kehidupan di tengah-tengah kemajuan teknologi yang semakin canggih, membuat semua orang dapat dengan cepat menerima informasi hanya dengan mengandalkan internet. Walaupun hidup di zaman yang serba instan, dan dapat mengetahui semua yang terjadi di seluruh dunia hanya dengan melalui media sosial. Namun ternyata, kehadiran media sosial memilki dampak yang negatif terhadap kesehatan mental.

Kemudahan akses dalam menggunakan media sosial, membuat seseorang dapat dengan mudah berinteraksi dengan teman bahkan dengan orang yang tidak dikenal sekalipun di seluruh dunia. Keberadaan media sosial memang sangatlah bermanfaat untuk menjalin hubungan dan koneksi jarak jauh, tetapi di sisi lain juga dapat menyebabkan tekanan sosial, seperti dituntut untuk selalu terlihat sempurna di media sosial dan perasaan rendah diri karena merasa tidak pantas berada di lingkungan sekitar.

Media sosial ternyata memiliki efek yang signifikan terhadap kesehatan mental. Media sosial merupakan platform untuk mengekspresikan diri, tak jarang terkadang banyak dari mereka yang merasa iri terhadap konten-konten yang di sajikan, seperti keberhasilan orang lain dalam mencapai kesuksesan dan gaya hidup seseorang yang mewah. Hal ini dapat menyebabkan perasaan yang tidak karuan dan dapat merujuk pada kesehatan mental yang tidak stabil.

Meskipun media sosial membuat seseorang menjadi saling terhubung satu sama lain, namun ternyata media sosial tidak bisa menggantikan komunikasi interpersonal secara nyata. Kehadiran media sosial ternyata berdampak pada mereka yang sudah terbiasa hanya berkomunikasi lewat internet, memiliki kecenderungan sulit untuk berkomunikasi secara langsung dan sulit membentuk atau mengekspresikan diri secara emosional.

Selain itu, media sosial juga bisa menjadi sarana perundungan bagi kalangan mereka yang tidak mau mengerti perasaan orang lain. Mereka dengan mudahnya berkomentar dengan kata-kata kasar dan menyindir, seolah-olah seseorang yang mereka komentar itu melakukan kesalahan yang fatal. Padahal, tanpa mereka sadari komentar-komentar jahat yang mereka tuliskan dapat membuat kesehatan mental sesorang menjadi terganggu dan kehilangan kepercayaan diri.

Dalam beberapa kasus, seseorang bisa mengakhiri hidupnya hanya karena tidak tahan dengan perlakuan dan komentar jahat terhadap dirinya. Ini membuktikan bahwa media sosial bisa berdampak panjang bagi kesehatan mental. Mereka yang melakukan bunuh diri, merasakan perasaan yang hancur, batin yang tak tenang, bahkan merasa dunia sangatlah jahat kepadanya. Dengan mengakhiri hidup mereka, mereka berpikir bahwa akan lebih merasa tenang karena sudah tidak ada di dunia, mereka berharap bisa mendapatkan simpati dari orang lain, dan komentar jahat dari para pelaku menjadi kata penyesalan dan permintaan maaf.

Dalam hal ini tentu peran orang sekitar seperti sahabat, keluarga atau kerabat dekat lainnya, memiliki peran penting dalam memantau, menjaga dan mengerti perasaan satu sama lain. Seseorang yang memilki mental tidak stabil karena media sosial biasanya memendam perasaan apapun yang mereka rasakan. 

Mereka merasa bahwa orang di sekitar mereka tidak akan peduli dengan keadaan mereka. Maka dari itu, kita harus lebih peka terhadap keadaan, terutama terhadap perilaku mereka, untuk menjaga kesehatan mental agar lebih stabil dan meminimalisasi hal negatif yang membuat kesehatan mental menjadi buruk.

Meskipun media sosial memiliki dampak negatif bukan berarti tidak memiliki dampak yang positif. Dalam beberapa kasus juga, media sosial dapat dijadikan alat penting untuk menyuarakan isu-isu sosial bahkan politik. Media sosial bisa digunakan juga untuk menyampaikan pendapat mereka dan memberikan informasi yang penting dari seluruh dunia. Hal ini dapat disimpulkan bahwa media sosial memilki dampak yang positif jika digunakan secara bijak.

Adanya isu tentang kesehatan mental dan untuk melindungi para penggunanya, membuat platform media sosial mengambil tindakan dengan dibuatnya  langkah-langkah pencegahan, seperti fitur-fitur yang membatasi konten-konten berbahaya, bersifat kekerasan dan pelecehan, serta platform media sosial juga membuat fitur laporan. 

Mereka yang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dapat melaporkan pengguna lain atas tindakan atau komentar jahat yang dilontarkan, dan platform media sosial juga menyediakan sumber daya manusia yang membantu mengatasi kesehatan mental.

Disunting dari ; https://timesindonesia.co.id/kopi-times/477601/media-sosial-dan-kesehatan-mental (30 November 2023)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top