Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Jejaring Internasional melalui Seminar Kemitraan ASPIKOM bersama Mapúa MCL Filipina
Published on: 28 Jun 2026

Kerjasama
Jakarta, 24 Juni 2026 – Era modern menghadirkan tantangan baru bagi para pendidik. Kini dosen dituntut tidak hanya fokus mengajar, tetapi juga aktif membangun jejaring kolaborasi ilmiah. Sejalan dengan tuntutan tersebut, Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Desain (FKD) Universitas Pamulang (Unpam) berpartisipasi dalam seminar internasional yang digelar ASPIKOM Korwil Jabodetabek bersama Mapúa Malayan Colleges Laguna (MMCL) Filipina di Universitas Esa Unggul, Jakarta Barat, Rabu (24/6/2026).
Acara bertajuk "International Research Partnerships and Grant Opportunities in Communication Studies: Opportunities from the Philippines" ini dihadiri jajaran dekan, ketua program studi, dan dosen ilmu komunikasi se-Jabodetabek. Forum tersebut membuka peluang kolaborasi riset, publikasi ilmiah, dan pendanaan internasional lintas negara.
Vice President of External Linkages, Internationalization and Transnational Education (ELITE) MMCL Filipina, Prof. James Roland O. Mesina, mengatakan internasionalisasi perguruan tinggi kerap terhambat karena institusi terlalu fokus pada penyusunan strategi. Padahal, menurutnya, yang terpenting adalah keberanian untuk memulai.
"It is very easy to get ranked globally. We are too focused on strategy. How can we do that? Are we really able to do that? But here's the thing, just START. Whenever you start, there's always a way. So, don't think too much if you haven't started, START first," ujarnya.
Menurutnya, internasionalisasi kini tidak terbatas pada program pertukaran mahasiswa, melainkan harus mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan ini, permasalahan lokal dapat dikaji dengan perspektif global sehingga menghasilkan dampak akademik yang lebih luas.
Untuk membangun kerja sama internasional yang berkelanjutan, Prof. James memperkenalkan prinsip 5C + 1F, yaitu Connection, Collaboration, Commitment, Contribution, Communication, dan Friendship. Ia juga memaparkan lima tren riset komunikasi di Asia Tenggara yang potensial saat ini, yaitu: AI & Misinformation, Digital Health Communication, Political Communication, Platform Studies, Cross-Cultural Communication.
Menanggapi tantangan global tersebut, Dewan Pakar Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Korwil Jabodetabek, Dr. Nia Sarinastiti, M.A., mengingatkan sebagus apa pun peluang kerja sama yang ditawarkan pihak luar negeri, penentu utamanya tetap berada tangan sumber daya manusia kampus, terutama para dosen. Ia menekankan, dosen harus kreatif meningkatkan kapasitas diri dan jeli melihat peluang. Penguatan jejaring, menurutnya, harus dimulai dari kemampuan dosen dalam mengembangkan kompetensi akademik sekaligus memanfaatkan peluang yang tersedia.
Sejalan dengan itu, keikutsertaan Prodi Ilmu Komunikasi FKD Unpam dalam forum ini merupakan bagian dari target program studi untuk meningkatkan produktivitas riset dosen di tingkat internasional. Setelah forum ini, target berikutnya adalah menindaklanjuti dengan program konkret, seperti penelitian kolaboratif, seminar bersama, publikasi pada jurnal bereputasi, serta pertukaran akademik.
Oleh: Mauly Arzak Julika, M.I.Kom.
Narahubung
Novita Intan,
M.Sos
Email: [email protected]
Telepon/WhatsApp: 0856-9455-4577




